KHOTBAH KETUA BPS GMIBM PADA IBADAH SYUKUR PERAYAAN 116 TAHUN PI GMIBM DAN HUT KE-70 GMIBM BERSINODE, 28 JUNI 2020

KHOTBAH KETUA BPS GMIBM PADA IBADAH SYUKUR PERAYAAN 116 TAHUN PI GMIBM DAN HUT KE-70 GMIBM BERSINODE, 28 JUNI 2020

MENJADI BERKAT

 Warga GMIBM yang diberkati Tuhan!

Selamat Hari Ulang Tahun GMIBM Bersinode  Ke-70 dan Hari Pekabaran Injil GMIBM Ke-116 (6 Juli 2020).

Happy Annyversary!

Sejak  Tanggal 28 Juni 1950,  Tanggal 28 Juni menjadi Hara Raya Gerejawi GMIBM. So sekali lagi selamat….. Syukur dan   Terpujilah Tuhan!

Semoga Perayaan Syukur ini, yang berlangsung di tengah perang bersama dunia melawan covid 19 TETAP memberi makna/arti bagi kehidupan spiritual  yang berakar dan dibangun di atas dasar Kristus.

Melalui Bacaan Alkitab GMIBM hari ini, kembali kita diingatkan beberapa hal:

  1. Yesus Kristus datang untuk melayani dan menyelamatkan dunia; IA tidak bergeser dari maksud kedatanganNya kendati IA ditolak sejak awal kelahiranNya (Teks = barusan di tolak di Nasaret).

  2. Yesus Kristuslah isi dari Berita Injil yang harus diberitakan pada dunia.
  3. Yesus Kristuslah yang Empunya pekerjaan dan yang memanggil serta menetapkan para murid untuk menjadi bagian dari pelaksanaan pekerjaan PI; untuk itu para murid harus mengikuti segala ketentuan yang harus dibangun dan dilakukan dalam penugasan tersebut.
  4. Yesus Kristus memberi kuasa, kekuataan kewibawaan pada para murid untuk menaklukan kuasa Iblis. Artinya para murid tidak bekerja tanpa power.
  5. Yesus Kristus menetapkan model Pekabaran Injil yakni harus holistic (mengajar tentang kehendak Allah, menyembuhkan fisik dan non fisik).
  6. Yesus Kristus Menetapkan Etika Pekabaran Injil: Pemberita Injil harus memulai PI dari dirinya sendiri dengan menghidupi injil itu: ini nyata saat IA memerintahkan bagaimana para murid harus meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang berfokus pada diri sendiri dan mengarahkan fokus pekerjaan pada Kristus yang memiliki kesanggupan untuk mencukupkan. Harus meninggalkan segala keterikatan pada yang material karena percaya pada Kristus
  7. Yesus Kristus menghargai hukum positif melalui penetapan dua dua orang dalam perutusan tersebut (saksi). Juga dalam penetapan ini terkandung makna kerja team (Murid-murid) bekerja sebagai team work.
  8. Tugas para murid adalah memberitakan Injil dan jangan memaksakan kehendak. Kalau Injil di tolak maka mereka harus meninggalkan kota/desa/tempat tersebut dan menjadi tidak bertanggung jawab atas keputusan orang-orang setempat (kebaskan debu).
  9. Kuasa yang menyertai para murid nyata; dimeteraikan oleh Tuhan dengan hasil-hasil yang mendatangkan syalom. Para murid menanam, menyiram dan Tuhan menumbuhkan!

Warga GMIBM yang diberkati Tuhan!

PI yang awalnya dilakukan oleh Penlong (datang tgl 6 Juli di Poopo dan Mariri Lama) kemudian dilanjutkan, dan disiram oleh tenaga Zending Belanda; mobilisasi kerja (tenaga kerja yang  percaya pada Kristus): adalah sesuai amanat Kristus saat sebelum kenaikanNya ke sorga dengan isi yang berpusat pada Kristus. Mereka ini telah menjadi Pemberita Injil mulai dari diri mereka (sejarah mencatatnya ) sesuai etika dalam Markus 6 di atas (memiliki Integritas dan holistic). Mereka telah dibuat berhasil; sampai dengan deklarasi menjadi GMIBM, telah ada 67 persekutuan (deklarasinya berlangsung dalam SS I di jemaat Pusat Kotamobagu). Penamaan GMIBM adalah dalam rangka memberi identitas bahwa GMIBM dibangun diatas dasar yang telah diletakkan yakni Yesus Kristus (logo yang di pakai sampai sekarang); bagian dari Gereja yang Kudus, Am, dan Rasuli; yang percaya pada Allah yang Esa, mengakui satu baptisan dan esa perjamuannya (inilah credo GMIBM). GMIBM yang juga menyadari bahwa GMIBM diutus ke dalam dunia dan mengerjakan pengutusan itu secara khusus di Tanah Totabuan ini: Tugas Pemberitaan Injil yang integrative dan holistic (dan diberi pertumbuhan  lahirnya  Yayasan Pendidikan Kristen, Yayasan Kesehatan Monompia dan Yayasan Sosial Mositabian), artinya kuasa yang menyertai GMIBM, nyata dan teralami (Teks).

Warga GMIBM yang diberkati Tuhan!

Kita adalah warga gereja yang harus menjalankan peran ganda: Harus (menanam) dengan tetap memberitakan Injil dalam kata dan perbuatan (integritas holistic) baik atau tidak baik waktunya, diterima atau tidak tetapi juga  untuk memelihara dengan menyiram apa yang telah ditanam oleh para pendahulu kita (ada YPK, YKM, YSM).

Eksistensi GMIBM saat ini (dgn 22 wilayah, 187 jemaat dan 3 Yayasan), dan juga telah memjadi bagian dari penggagas dalam perjalanan Oikumene Nasional dan Regional) adalah karena kuasaNya yang menumbuhkan. KuasaNya tetap menjadi bagian setiap Gereja yang melaksanakan PI.

Mari kita berkomitmen, dalam konteks peran ganda ini dengan:

  1. Terus menghidupi Injil didalam kata dan perbuatan, tetap peduli sesama dalam segala keadaan; terkini dampak covid 19.
  2. Tetap dibangun diatas dasar yang telah diletakan, yakni Yesus Kristus dengan tetap dalam TIM (Sinode GMIBM yang berjalan bersama).
  3. Tetap memegang teguh pengakuan Iman GMIBM (berTuhankan Allah yang Esa di dalam Yesus dan Roh Kudus, Gereja yang Kudus dan Am) sekalipun mungkin telah banyak diantara warga yang suka belanja ibadah online.
  4. Melawan kuasa jahat yang bermanifestasi dalam kehidupan moral yang rusak (degradasi moral), korupsi, merusak persekutuan dan seterusnya dengan tidak melakukan korupsi (dalam gereja) dilembaga lainnya; dengan menguntuhkan persekutuan dan seterusnya
  5. Melawan ketidak adilan dengan melakukan hal-hal yang adil dalam hidup sehari-hari (jadi tidak hanya dipengadilan dengan tidak bersumpah palsu). Melawan ketidakbenaran/kebohongan dengan melakukan hal-hal yang benar (ini= dengan lempar batu balas deng kapas).
  6. Tetap Berfokus pada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat (pengakuan Petrus).
  7. Menghargai hukum positif sebagai bagian dari kesaksian Gereja (berilah kepada kaisar dan seterusnya….)
  8. Tidak abuse of power/menyalagunakan kekuasaan yang diberikan pada kita; mengampuni (apa yang kau ampuni akan diampuni di sorga) menyatakan berita pengampunan, memberi persembahan hidup dengan apa yang ada pada kita dalam mengerjakan tugas PI secara institusi. Tidak abuse of power di lembaga-lembaga yang ada; tentu harus mulai dari lembaga intern (jemaat, wilayah, yayasan, komisi bahkan di BPS Sinode GMIBM).

ViVA GMIBM! Dirgahayu GMIBM!

Selamat Hari Raya Kelahiran GMIBM; doa dan harapan kita: GMIBM dengan dasarNya yang kokoh akan tetap ada Peraya di masa Depan sehingga perayaannya akan selalu digaungkan. Amin!

Sumber: Ketua BPS GMIBM Pdt. Ch. N. Pangulimang/Pdt. R. Raintama, Sekretaris Komisi 3 GMIBM.

Posted in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *