Ibadah Penutupan PRPrG 2019: Mari Menebar Kebaikan

Ibadah Penutupan PRPrG 2019: Mari Menebar Kebaikan

TAMBOLAKA, PGI.OR.ID-Kegiatan Pra Sidang Raya XVII PGI yaitu Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PRPrG) yang berlangsung sejak 2 November 2019, telah berakhir, dan ditutup dengan ibadah serta perjamuan kudus di GKS Jemaat Mata, Selasa (5/11). Seluruh proses kegiatan berjalan dengan lancar, sejak pembukaan hingga hari terakhir.

Perjamuan kudus di GKS Jemaat Mata

Dalam khotbahnya, Pdt. Ani Radja, STh mengingatkan kepada seluruh peserta PRPrG yang telah menerima kebaikan Allah, untuk menebarkan kebaikan, sekembalinya ke tempat pelayanannya masing-masing, dan dimanapun berada.

“Terkadang mulut kita mengakui kebaikan Allah, tapi tindakan kita seperti orang Farisi dan ahli-ahli taurat yang tidak memiliki kasih. Sebab itu dengan tuntunan firman Tuhan kita diajak berbuat baik, dan bersolidaritas dengan sesama,” tandasnya.

Kebaikan Allah, lanjut Pdt. Ani Radja, tidak akan pernah habis dalam kehidupan kita. Tugas kita yang telah menerima kebaikan Allah yaitu mengucap syukur, dan menyatakanya dalam kehidupan sehari-hari. “Kebaikan Tuhan dari awal sampai akhir. Jika mengaku kebaikan Tuhan maka berjalanlah bersama Tuhan, dan menolong mereka yang mengalami ketidakdilan, penindasan, dan sebagainya. Teruslah berkarya dalam kebaikan, seperti yang sudah Tuhan berikan kepada kita, terkhusus kaum perempuan,” katanya.

Pemukulan gong oleh Wabup SBD tanda berakhirnya kegiatan PRPrG

Usai ibadah, Ketua Panitia PRPrG Pdt. Benyamin Kondi, S.Th dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam mensukseskan kegiatan ini. “Kami juga bersyukur atas pertolongan Tuhan, kami sebagai tuan dan nyonya rumah dapat menyelesaikan pekerjaan akbar ini. Apa yang dihasilkan dari kegiatan ini semoga berdampak bagi jemaat, gereja, dan bangsa. Juga kepada Pemprov NTT, Pemkab Sumba Barat Daya, serta jemaat,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Biro Perempuan dan Anak PGI, Repelita Tambunan. “Atas nama MPH-PGI saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak. Juga peserta yang telah berjuang untuk bisa datang ke acara ini. Saya tau butuh perjuangan ibu-ibu dari daerah yang jauh, untuk datang ke sini. Saya sangat apresiasi. Pesan saya, yang sudah kita diskusikan, mari bekerja sama, bergandengan tangan untuk melakukannya. Selain itu, apa yang sudah kita dapat, bisa dibagikan kepada yang lain,” ujar Repelita.

Sementara itu, mewakili pemerintah daerah, Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.IP mengatakan, pemerintah daerah siap bersinergi dengan gereja untuk mewujudkan apa yang telah direkomendasi dari kegiatan ini.

“Kami sangat yakin pekerjaan Tuhan dalam acara ini, ikut memberkati pemerintah daerah,” tandas Marthen Christian.

Dia menambahkan, program pariwisata, dan pemberdayaan perempuan menjadi salah satu program yang sedang diprioritaskan oleh Pemda Sumba Barat Daya (SBD), termasuk kesehatan. “Dalam hal pemberdayaan perempuan, kami punya program membentuk kelompok kerajinan di sejumlah desa,” tandas Wabup SBD.

Kegiatan pagelaran budaya

Pada kesempatan itu, Marthen Christian memberikan kain tenun Sumba kepada seluruh peserta.

Dipenghujung acara penutupan PRPrG, panitia menggelar malam budaya berupa penampilan budaya daerah, baik tarian maupun nyanyian, yang melibatkan seluruh peserta.

Momen ini dimanfaatkan oleh peserta untuk bersuka ria melepaskan lelah, dan kepenatan, setelah empat hari bergumul bersama, mendiskusikan berbagai hal terkait persoalan perempuan dan anak, serta berbagai persoalan lainnya.

Sumber : pgi.or.id

Posted in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *