Apa Kata Peserta Pelatihan Dasar CPE GMIBM

Apa Kata Peserta Pelatihan Dasar CPE GMIBM

PELATIHAN DASAR CPE

PENDETA, VICARIS GMIBM DAN PERAWAT RS MONOMPIA

 

Puji Dan Syukur bagi Tuhan Allah yang telah memberkati pelaksanaan Pelatihan Dasar CPE

(Clinical Pstoral Education), yang berlangsung pada Tanggal 12-20 Juli  2019 di  kantor Sinode GMIBM Kotamobagu Bolaang Mangondow Sulawesi Utara. Pelatihan ini diikuti oleh 9 Pendeta 2 Vicar Pendeta dan 5 Perawat RS Monompia, mereka adalah Pdt. Diane Gina Siwu, Pdt. Meyti Rolos, Pdt. Stien Keni, Pdt. Martina E. Taiwilang,Pdt. Nixon A. Manoppo, Pdt. Deitje Enok, Pdt. Feky Ombuh, Pdt. Herlin Adiran, Pdt. Sandra Livia Mioyo, Vik. Caren G.P. Carundeng, Vik. Favour F. Maabuat , Telda R. Langi, S.Kep.NS, Jein Zusan Datunugu, Amd Kep, Maryuli Potabuga, S.Kep.NS, Frindilia Kamuntuan, Amd Kep dan Dewi Sartika, S.Kep.NS.

Pelatihan ini dimulai dengan ibadah Pembukaan yang dipimpin langsung oleh ketua sinode GMIBM ibu Pdt.Christina Noula Raintama.Dalam ibadah Pembukaan Pelatihan dihadiri oleh anggota BPS GMIBM, Komisi III Bapak Pdt. Rolly Raintama dan Dr. Salmon Hel Weldery, MA (Dirut RSU Monompia). Pelatihan ini dibimbing oleh Pdt. Mercy Anna Saragih, M.Si CPE Full Supervisor yang menyelesaikan pendidikan CPE Full Supervisor dan diakreditasi oleh AACPE (Asia Association for Clinical Pastoral Education) Manila Philippine. Pendeta yang melayani di GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun) saat ini sebagai Koordinator Pelayanan Pastoral GKPS Distrik 1 Pematangsiantar-Sumatera Utara.

Selama Pelatihan ini berlangsung, para peserta melakukan 4 kali kunjungan pendampingan pelayanan Pastoral kepada para pasien yang berada di RS Monompia. Peserta dibagi di setiap ruangan RS dan melayani semua pasien tanpa memandang suku, agama dari para pasien. Para peserta mengikuti setiap sesi selama pelatihan ini berlangsung dan seluruhnya berhasil mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Para Peserta juga berkesempatan rekreasi bersama berkunjung ke GMIBM Galilea di Jiko Molobog. Di hari terakhir Pelatihan Dasar CPE , Sabtu tgl 20 Juli 2019 dilaksanakan Seminar Pendampingan Pastoral bagi pasien yang Sakit Terminal dan Pendampingan Pastoral bagi yang Berdukacita bertempat di GMIBM Bethesa Guaan wilayah Modayag.  Seminar ini dihadiri oleh Para Pendeta dan Guru Agama yang melayani di GMIBM.

Pada kesempatan ini dilaksanakan Penyerahan Sertifikat kepada seluruh para peserta. Dimulai ketika para peserta menyerahkan name tag, selanjutnya Ketua Sinode GMIBM Ibu Pdt Christina Raintama beserta anggota BPS GMIBM mengenakan kembali jaket pelayanan kepada masing-masing peserta sebagai symbol pengutusan untuk meneruskan melaksanakan Pelayan Pastoral. Apresisai yang tulus dari yang mewakili seluruh para peserta kepada  BPS GMIBM cq Komisi III yang telah memfasilitasi pelaksanaan Pelatihan Dasar CPE ini

Selama 9 hari  berjalan bersama dalam proses belajar, bergumul dan bertumbuh di bawah ini para peserta menyampaikan apa yang telah ditemukan, disadari dan merekomendasikan hasil pengalaman mereka yang antara lain sebagai berikut :

Peserta 1:

Sungguh saya senang dan bersyukur mengikuti Pelatihan Dasar CPE ini. Saya ditolong untuk melepaskan diri dari kesedihan masa lalu, dapat berbagi pengalaman dan pergumulan hidup, Saya ditolong untuk bisa lebih mengenal diri saya sendiri, lebih tahu apa yang menjadi kemauan saya, lebih mengasihi diri saya. Saya ditolong dalam menyelesaikan masalah dalam hidup saya. Saya ditolong dalam menjaga hubungan dengan Tuhan dan sesama. Sebagai Pelayan saya Semakin diperlengkapi dan dibentuk untuk menjadi seorang pelayan yang benar-benar melayani berdasarkan kasih dan keteladan Kristus. Pelayan yang lebih banyak mendengar.Pelayan yang benar-benar mengenal jemaat yang dilayani. Pelatihan ini luar biasa baik begitu memberi banyak pelajaran dan manfaat bagi saya, Saya mau membeharui diri, saya mau menjadi lebih baik secara pribadi maupun dalam pelayanan. Mengasihi dan menghargai diri sendiri dan memiliki kepedulian yang besar terhadap pergumulan orang lain (sakit dan penderitaan). Semakin belajar dan memahami setiap pergumulan pasti ada jalam keluarnya. Saya berterimakasih dan memberi apresiasi kepada Komisi III Sinode GMIBM yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan ini dan telah memberi kesempatan kepada saya untuk ikut. Apresiasi yang besar juga kepada Pdt. Mercy Anna Saragih terima kasih ibu sudah dating jauh-jauh untuk membekali dan melatih saya dan teman-teman untuk menjadi hamba, pelayan, konselor yang mempunyai hati seperti Kristus, mengasihi seperti Kristus. Semoga saya dapat mengikuti pelatihan selanjutnya dan semoga saya masih dapat berjumpa dengan ibu Mercy. Terimakasih ibu… saya bangga dengan ibu. Tuhan Yesus memberkati ibu, pelayanan dan keluarga ibu.

Peserta 2 :

Mengikuti Pelatihan Dasar CPE membuat saya merasa  senang,  bersyukur sebab kebutuhan saya dan keinginan saya untuk lebih banyak belajar ilmu Pastoral terwujud. Sebab bagi saya Pastoral sangat penting di jemaat. Secara personal saya dapat melihat jauh ke dalam diri saya, menemukan luka-luka hati yang selama ini tertutupi dan menolong diri saya sendiri untuk keluar dari luka-luka itu. Saya belajar bahwa Tuhan mengasihi saya tak seharusnya luka itu terus tinggal menetap dalam hati saya. Secara professional melalui pelatihan ini saya beroleh bekal, pengalaman, pengetahuan bagaimana melakukan pastoral dalam kehidupan di jemaat yang bukan hanya sebatas teori. Pelatihan Dasar CPE sangat baik, saya diperlengkapi untuk melayani jiwa-jiwa agar mereka dapat menolong diri mereka ke luar dari sakit dan penderitaan bahkan melihat Tuhan ada dalam sakit dan derita mereka. Saya sepertinya tidak sedang mengikuti pelatihan tapi 10 hari ini sebenarnya saya sedang ditolong dan menolong diri saya untuk ke luar dari trauma dan luka hati di masa lalu sehingga sayapun dapat menolong orang lain. Pelatihan Dasar CPE sangat bermanfaat dan takkan terlupakan.


Kursi panas itu tak’kan terlupakan. Terimakasih banyak kepada teman-teman sekelas yang menolong saya di kelas ini. Ibu Pdt.Mercy, Tuhan memberikan berkat yang sungguh luuuuaaar biasa bagi saya lewat kehadiran dan pertolongan ibu. Tuhan memberkatimu dan ibu pun menyalurkan berkat ibu kepada kami. Terimakasih telah menolong saya.Tuhan memberkatimu dan keluargamu #speechless# Bagi GMIBM (lewat Komis III) makaseh banyak telah membuat kami mengalami peristiwa 10 hari ini. Saya berharap teman-teman Pendeta lainnya yang belum ikut ke depan nanti bisa mengalami hal yang sama dengan kami. Ini barulah Pelatihan Dasar, saya butuh Pelatihan selanjutnya

Peserta 3 :

Mengikuti Pelatihan Dasar CPE ini, saya senang, sesuatu yang sangat berarti saya dapat berada di kelas dan 4 kali boleh melayani di RS. Banyak hal yang saya terima, semakin membentuk saya untuk lebih setia, tekun dan taat. Semakin membuka wawasan yang masih kurang dalam pelayanan yang harus terus diisi untuk dikerjakan. Melayani dengan sungguh dan tidak mengabaikan yang lain. Saya berharap kegiatan seperti ini masih berlanjut dan berharap jika GMIBM memprogramkan lagi ibu Mercy bersedia. Makasi ibu Pendeta, Tuhan memberkati bersama keluarga. Teruslah jadi berkat.

Peserta 4 :

Saya bersukacita, bersyukur kepada Tuhan Yesus karena diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini. Bersyukur juga karena bisa dipertemukan dengan orang-orang yang baik dan sangat baik terlebih bisa belajar dari Ibu Pdt.Mercy dalam hal bagaimana memahami seseorang atau pasien yang ditemui dengan segala pergumulan yang dialami. Secara personal saya bisa mengontrol emosi, belajar memahami kesulitan/pergumulan yang dirasakan pasien, lebih percaya diri lagi dalm menghadapi persoaalan dalam hidup dengan menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna artinya bukan hanya saya saja yang punya persoalan/pergumulan hidup. Belajar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain yang membutuhkan pertolongan. Sebagai Perawat, pelatihan ini membantu saya lebih dalam lagi memahami pasien secara holistik dan utuh dengan artian mengenal secara dekat, dan berusaha membantu pasien ketika mengalami pergumulan tetapi juga bersedia mendampingi pasien untuk menolong dan memberi kekuatan dalam keadaan sakit. 

Terimakasih Tuhan saya diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan (Pelatihan Dasar) CPE ini dan saya dimampukan untuk menjalani pelatihan ini dengan tubuh yang terpelihara dan diberkati selalu. Segala sesuatu yang saya jalani (di Pelatihan ini) berdampak positif untuk diri saya lebih mengenal siapa saya, untuk apa saya dan lebih memahami lagi bagaimana menghadapi pergumulan atau kesulitan dalam hidup. Dan semua yang saya peroleh setelah mengikuti pelatihan dasar CPE ini membawa saya menjadi pribadi yang sangat membutuhkan pertolongan Tuhan dan semoga dilayakkan Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain. Terimakasih ibu Mercy yang baik hati sudah menambah moment indah dalam hidup saya, dimana saya dibentuk dan selalu diajari menjadi pelayan Tuhan yang mampu memahami hidup sya seperti apa, siapa saya dan menyadari bahwa kita dipersiapkan menjadi pelayan Tuhan untuk melayani orang lain yang membutuhkan 

Peserta 5 :

Saya merasa senang, bahagia dan bersyukur kepada Tuhan karena itu saya berterimakasih kepada ibu Pdt. Mercy Anna Saragih yang sudah datang jauh-jauh dan membagi ilmu, pengalaman melatih kami Pendeta, dan Perawat yang ada. BPS lewat komis III Bapak Pdt. Rolly Raintama yang telah menyelenggarakan Pelatihan ini dan memberi kesempatan kepada saya. Secara personal saya semakin dibentuk menjadi pribadi yang lebih kuat lagi dan lebih memahami diri saya sendiri. Semakin meningkatkan pertumbuhan (relasi) pribadi dengan orang lain dan dengan Tuhan. Sebagai pelayan lebih percaya diri lagi dengan pertolongan Tuhan lewat pelatihan ini dimampukan untuk menolong orang agar mendapatkan kesembuhan, topangan, bimbingan dan perdamaian. Dapat menolong orang lain meningkatkan hubungannya dengan Tuhan. Pelatihan ini sangat baik dan berharap ada kelanjutannya sehingga semakin diperlengkapi dalam tugas pastoral tapi juga supaya dapat bertemu lagi dengan ibu Pdt. Mercy Anna Saragih. Untuk BPS lewat komis III kiranya pelatihan ini ada kelanjutannya

Peserta 6 :

Mengikuti Pelatihan Dasar CPE sangat senang karena mendapatkan ilmu dan dapat mendalami serta mengerti tentang kepribadian saya seutuhnya. Sangat membantu dalam membangun karakter dan mental saya dalam berinterkasi dengan sesame terlebih pasien yang sedang dalam keadaan sakit. Saya mendapatkan kekuatan kembali dalam menghadapi masalah yang sedang saya alami. Secara professional saya dapat melayani sesama dalam suka maupun duka, memberi semangat dan selalu memberi dukungan terhadap sesama yang mengalami pergumulan.

Peserta 7 :

Mengikuti pelatihan Dasar CPE ini saya merasa senang dan bangga. Pelatihan ini mengubah pribadi saya menjadi lebih baik dan tidak memandang perbedaan agama. Saya dibantu mencari jalan ke luar dari setiap permasalahan. Semoga pelatihan ini bukan hanya dilakukan satu kali tetapi akan dilakukan berulang-ulang 

Peserta 8 :

Saya sangat senang mengikuti Pelatihan Dasar CPE sangat baik sebab saya semakin dibentuk menjadi pribadi yang teguh, pribadi yang kuat. Saya semakin dibentuk menjadi pribadi yang setia baik dalam keluarga maupun dalam pelayanan untuk menjadi istri, ibu, hamba yang kuat kokoh, teguh dan setia.Secara professional saya mendapat pengetahuan, dibekali lagi dengan ketrampilan dalam pelayanan khususnya bidang Pastoral. Saya semakin mengerti tentang tugas kehambaan saya. Bersyukur dan berterimakasih buat kasih dan anugerah dari Tuhan Yesus yang telah memungkinkan kegiatan ini terlaksana dan yang telah memberikan hikmat serta kesehatan kepada ibu Pdt. Mercy sehingga ibu Pdt dapat melaksanakan tugasnya sebagai Supervisor dengan baik bahkan yang juga telah memberikan kepada kami para peserta CPE kesehatan dan hikmat dalam mengikuti kegiatan CPE ini. Terimakasih buat sinode GMIBM melalui sidang sinode Tahunan yang memutuskan dan menetapkan program ini. Terimakasih kepada BPS GMIBM cq Komisi III yang menjadi pelaksana kegiatan ini. Terimakasih yang tulus buat ibu Pdt. Mercy Anna Saragih yang membagi ilmu pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman bagi kami. Tuhan Yesus memberkati ibu dalam pelayanan bahkan dalam keluarga.

Peserta 9 :

Perasaan saya senang dan bersyukur mengikuti Pelatihan Dasar CPE, bisa berbagi pemahaman, pengalaman, masukan, kritik membangun, berbagi perasaan bagi teman-teman di kelas CPE dan bisa mendapatkan pemahaman, pengalaman dan ketrampilan  dari Supervisor  dan teman-teman kelas CPE tentang konseling pastoral secara utuh bagi siapa saja. Pelatihan yang memberikan banyak sekali  pelajaran berharga tentang kehidupan. Membentuk setiap pribadi yang ternyata di hadapan Tuhan terbatas sekaligus pribadi yang harus memiliki keyakinan yang sungguh pada Tuhan, keberanian untuk menyatakan kebenaran dan mampu mengasihi sesama. Pelatihan ini lebih membentuk pribadi saya menjadi pribadi yang peka dan peduli kepada sesama tanpa memandang status social. Mengobati luka hati yang selama ini terpendam. Menjadikan saya Pendeta yang lebih terampil dan sungguh-sungguh lagi dalam pelayanan pastoral kepada jemaat yang dipercayakan Tuhan agar lebih banyak orang (jiwa) yang diselamatkan/ditolong. Terimakasih banyak yang tulus kepada hamba Tuhan: Pdt. Mercy Anna Saragih yang sudah menjadi guru, orangtua, pendamping yang setia., media Tuhan yang luar biasa bagi saya. Semoga kerjasma terus dibangun dengan GMIBM dan berharap semua pendeta/pelayan Tuhan dapat mengikuti pelatihan CPE seperti ini. CPE is the best.

Peserta 10

Perasaan senang, bahagia, lega seperti terlepas dari beban dan bersyukur karena boleh disegarkan dan diingatkan kembali betapa pentingnya pastoral bagi pribadi, keluarga, jemaat dan semua orang. Secara pribadi saya dibimbing untuk mengenal diri sendiri dengan melepaskan kepahitan agar aku dapat menggembalakan diriku sendiri, pengendalian diri untuk menjadi seorang gembala yang baik ia harus sanggup menjadi gembala bagi dirinya sendiri. Untuk menjadi gembala yang baik, saya harus menyadari bahwa orang-orang yang saya layani adalah milik Tuhan, manusia yang berharga di mata Tuhan yang dititipkan Tuhan untuk dipelihara, dijaga, dibimbing, dilindungi, dihargai, digembalakan dengan kasih yang berhak menuikmati keselamatan tubuh, jiwa dan rohnya. Terimakasih yang tulus kepada Pdt.Mercy Anna Saragih yang telah membagi ilmu dan membimbing kami dengan lembut dan sabar selama pelatihan dan terimakasih untuk komisi III GMIBM Pdt. Rolly Raintama yang telah mengatur semua pelatihan ini.

Peserta 11 :

Perasaan saya senang, bahagia, lega terasa plong dan sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari pelatihan ini.Saya bisa melihat diri saya sendiri, saya diperkenalkan bagaimana melihat persoalan dan mampu keluar dari persoalan diri sendiri. Saya mampu melihat dan memahami bahwa setiap manusia itu punya persoalan.Apapun status sosialnya, apapun agamanya mereka juga butuh pendampingan. Penguatan tetapi ada juga yang mau didoakan meski berbeda keyakinan (meski di hati saya pasti mendoakan semua orang diminta atau tidak). Saya lebih diteguhkan, dicerahkan lagi tentang bagaimana melayani sesama tanpa harus kehilangan identitas saya/menyembunyikan identitas diri dan keyakinan saya.Sangat bahagia senang bisa ketemu dengan sosok ibu Pdt. Mercy yang baik hati, sabar dan mau berbagi pengalaman bahkan ilmu dengan kami. Tuhan telah mengutus ibu untuk mendampingi,menguatkan kami untuk lebih lagi dalam mengembangkan kemampuan/talenta yang Tuhan berikan. Sebagaimana yang Tuhan berikan kepada ibu Mercy. Terimakasih ya ibu Pendeta, mohon tetap doakan kami dan kamipun mendoakan ibu Pendeta tetap sehat dan terus eksis dalam pelayanan.

Peserta 12 :

Perasaan saya yang pasti saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini. Walaupun pertama merasa cemas karena mau meninggalkan suami-anak-papa. Namun setelah mengikutinya saya senang dan sangat berharga bagi saya karena saya langsung melaksanakan praktek pelayanan pastoral dan ketika selesai praktek langsung dievaluasi. Dan disitulah saya mendapat pemahaman, pengetahuan dari isu-isu yang ditemui oleh peserta CPE dan bagaimana cara untuk mengatasi isu-isu tersebut.  Pelatihan ini mengajar saya untuk berpikir posistif, belajar untuk memulai menyatakan kebenaran, belajar untuk mengendalikan emosi, belajar untuk menjadi pendengar yang baik.Belajar untuk menjadi pendengar yang baik bukan menjadi pengkotbah.Menambah pengetahuan dan mengasah ketrampilan. Sangat luar biasa, bangga dan beharap ada tahap pelatihan selanjutnya. Terlebih apa yang sudah didapat akan berusaha melaksanakannya dalam hidup terlebih dalam pelayanan. Terimakasih banyak buat ibu Mercy Anna Saragih yang walaupun banyak tugas pelayanan, bahkan meninggalkan keluarga sehingga boleh datang hadir terlebih boleh memberi banyak pengetahuan dalam pelatihan CPE kepada kami peserta.Terimakasih juga buat ibu Mercy dalam kebersamaan yang terjalin di dalam ruangan baik ruangan tempat pelatihan maupun ruangan makan, minum serta snack. Terimakasih buat BPS GMIBM khususnya Komisi III yang sudah memfasilitasi sehingga semuanya boleh terlaksana dengan baik. Khususnya  bapak Pdt. Rolly Raintama saya ucapkan terimakasih yang sudah mengenalkan bahkan menghadirkan ibu Pdt. Mercy Anna Saragih di tengah-tengah kehidupan kami  16 orang.

Peserta 13 :

Perasaan saya mengikuti Pelatuhan Dasar CPE ini adalah senang dan bahagia.Bersyukur saat memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini dengan mengikuti pelatihan ini saya lebih dilatih lagi dan mendapatkan pengetahuan tentang menjadi seorang Pastor. Saya mengenal dan mengetahui keadaan hati, fisik saat masih kecil hingga dewasa ini. Saya kembali diingatkan dan mendapat pengetahuan baru bagaimana mengendalikan (memanage) kemarahan. Memberikan pengetahuan dan pelajaran yang baru bagaimana saya harus melihat pergumulan pribadi, bertanya pada diri sendiri dan berusaha untuk mengambil keputusan. Lebih menghargai diri sendiri.

Sebagai Pelayan saya dibekali bagaimana melayani jemaat, yaitu pelayanan menyangkut hati dan perasaannya yang membawa jemaat lebih mengerti dan memahami hidup ini. Jemaat yang saya layani bisa merasakan kelegaan ketika mampu mencurahkan isi hati mereka. Saya merespon dengan amat baik pelatihan ini sebab lewat pelatihan ini memberikan hal yang bermanfaat untuk diri saya selaku pribadi dan bagaimana saya melayni di jemaat. Saya memberikan apresiasi yang tinggi pada ibu Mercy yang selalu menghargai tugas yang kita buat dan menghargai apa yang kita katakana. Saya menjadi pribadi yang lebih kuat, tegar bahkan mengerti bagaimana saya harus merespons setiap keadaan berupa tantangan dan pergumulan dengan baik. Setiap orang adalah unik dan memiliki kepribadian yang berbeda tapi kita tertolong untuk tahu mencapai satu tujuan yaitu ketenangan hati adanya damai dan sejahtera.

Peserta 14 :

Secara pribadi sangat bersyukur mengikuti Pelatihan Dasar CPE dan ini merupakan satu moment indah yang dianugerahkan Tuhan dalam kehidupan saya.Yang mungkin peluang ini tidak datang dua kali. Ternyata pelayanan Pastoral sangat-sangat penting dan dibutuhkan oleh semua orang. Melalui pelatihan ini saya merasa diobrak-abrik cara berpikir dan bertindak. Cara berpikir saya seakan diinstal ulang diisi dengan aplikasi yang terbaru. Dengan demikian merobah kepribadian di dalamnya emosi lebih terkendali yaitu menjadi lebih sabar. Dalam arti ketika saya hendak menyikapi segala sesuatu apapun itu tidak dengan tergesa-gesa melainkan dengan lebih banyak mendengar dan bersabar. Melaui pelatihan ini telah merobah suatu kebiasaan yang sudah terbangun  selama ini bahwa pelayanan pendampingan kepada orang sakit yaitu hanya dengan melakukan kunjungan bersama dengan pelayan khusus (Penatua/Diaken) ke rumah sakit atau di rumah hanya dengan menyanyi, berdoa, memberikan diakonia sakit. Ternyata lebih dari pada itu, yaitu melihat wajah Tuhan Yesus bahkan tubuh Tuhan Yesus yang dilayani, Dan gereja harus melakukan itu sekarang bukan nanti. Melihat betapa pentingnya dan urgensinya Clinical Psstoral. Maka sangat diharapkan Pelatihan ini dapat menjangkau semua pelayan khusu Pendeta. Tetapi juga tidak menutup kemungkinan bagi seluruh perawat di RSU Monompia. Sehingga pelayanan secara holistic dan continue dapat tercapai. Dan bagi Supervisor ibu Pdt Mercy Anna Saragih kiranya terus dipakai Tuhan dan mengembangkan talenta memperlengkapi hamba-hamba Tuhan untuk menjadi berkat.

Peserta 15 :

Sungguh sangat bersyukur sekali kepada Tuhan Yesus dan sangat senang sekali saya sebagai salah satu yang terpilih mengikuti Pelatihan Dasar CPE.  Pelatihan ini membentuk pribadi atau karakter saya menjadi lebih baik dengan selalu focus dan tenang, rendah hati, mencintai diri sendiri dan yang pasti percaya selau akan pertolongan Tuhan Yesus yang kita imani. Secara professional selalu siap melayani semua orang yang membutuhkan pelayanan pastoral dengan sikap mendengar dan mengetahui perasaan mereka tetapijuga merahasiakan apa yang lain dengar dan ketahui tentang apa yang menjadi permasalahan/pergumulan mereka. Pelatihan Dasar CPE ini sangat baik di dalam kita mengetahui dan memahami pelayanan Pastoral. Berharap akan adalagi Pelatihan CPE lanjutan.

Peserta 16 :

Saya merasa bersyukur dan bangga karena diberikan kesempatan untuk belajar tentang bagaimana cara melakukan pelayanan Pastoral terhadap orang sakit. Saya sangat bersyukur dan bahagia letika ada dalam kelas CPE setiap sessi dan materi banyak mengubah cara pandang saya sebagai perawat yang hanya merawat fisik pasien tapi ketika belajar di kelas CPE jadi tau ada hal lain yang juga sangat penting yaitu melakukan pelayanan khususnya untuk perasaan pasien ketika sakit dan harus dirawat di RS. Saya mengalami perubahan cara pandang terhadap setiap hal yang teralami dalam kehidupan. Mengerti pentingnya menjaga kepercayaan dan pentingnya menjadi pendengar yang baik. Menyadari pentingnya pendampingan bagi pasien selain tugas pokok perawat yang umumnya fokus pada fisik tapi ada bagian lain dari pasien yang juga sangat penting untuk diberikan pendampingan yaitu perasaan dan cara pasien melihat kondisi dari sakitnya. Menyadari pelayanan pastoral tidak melihat latar belakang pasien yang akan dilayani; siapapun dan agama apapun memerlukan pendampingan dalam bidang pastoral. Kiranya pelatihan ini juga terus dilaksanakan setiap tahunagar setiap perawat yang lain dapat diberikan kesempatan untuk belajar. Berharap pelatihan ini akan berlanjut dan tidak putus atau hanya sampai pelatihan dasar saja.

Merasa salut dan berterimakasih untuk BPS GMIBM, yang memikirkan kemajuan para pelayan GMIBM dan memberikan kesempatan untuk belajar serta bertumbuh dalam pelatihan ini. Betapa pentingnya Pelatihan ini bagi para Pendeta dan Pelayan gereja. Terimakasih untuk kesempatan yang diberikan kepada saya untuk boleh belajar bersama. Saya bersyukur untuk kesempatan yang diberikan Tuhan Yesus Sang Kepala dan Pemilik Gereja boleh hadir di tengah jemaat GMIBM merasakan kasih yang tulus. Tuhan Allah memberkati kita dalam pelayananNya.

Demikian laporan ini saya sampaikan

Immanuel

Sumber : Pdt. Mercy Anna Saragih, M.Si – CPE Full Supervisor

Posted in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *